-
- Penulis, Leah Kaminsky
- Peranan, BBC Future
Dari tuba falopi Tiba G-spot, lumayan melimpah bagian tubuh Wanita Nan dinamai oleh dan atas sebutan lelaki. Apakah kita patut memikirkan ulang soal pemberian sebutan ini?
ketika berada di kelas biologi dan berbicara soal alat reproduksi Wanita, kita akan bersinggungan berbarengan sejumlah sebutan orang.
kelebihan dari Esa bagian rahim, diberi sebutan James Douglas. Tuba falopi dinamai oleh ‘penemunya’ Gabriel Fallopian. Fana Ernst Grafenberg mengklaim sebagai penemu G-spot.
Mau atau Tak, sebutan para lelaki itu akan kekal bagian dalam penyebutan bagian organ vital Wanita.
Dewa-dewa bangsa Yunani juga mematrikan sebutan mereka di selangkangan Wanita. kata saja dewa pernikahan Yunani, Hymen, Nan wafat di sunyi pernikahannya, dan berperan inspirasi Hymen (selaput dara).

Ketika kita berbicara soal sains dan Bumi kedokteran, sebutan lelaki tersebar sporadis di berbagai lini. sebutan lelaki terpatri di ribuan hewan, mulai dari bakteri salmonella, Nan terinspirasi sebutan dokter hewan Daniel Elmer Salmon, hingga Kuda belang grevy Nan dinamai berdasarkan sebutan mantan pemimpin Prancis.
Pasalnya, hingga abad ke-21, Wanita nyaris Tak Eksis di Bumi kedokteran. Namun, berikut memanfaatkan sebutan lelaki ciptakan berbagai bagian tubuh Wanita, akan makin mengabadikan bias gender ilmu pengetahuan.
Kontroversi soal apakah bahasa mempengaruhi tapak kita memikirkan, Tetap berikut memanas. Meskipun begitu, lumayan lumayan melimpah berita bahwa tapak orang menyebut sesuatu mengubah persepsi kita terhadapnya.

Profesor bahasa Universitas Adelaide, Ghil’ad Zuckermann, mencontohkan ungkapan ‘jembatan’ Nan bernuansa feminim di sebuah bahasa, akan Membikin orang menganggap jembatan sebagai sesuatu Nan elegan. Namun, di Loka di mana ‘jembatan’ Ialah ungkapan maskulin, orang akan melihatnya sebagai Barang kokoh.
Kondisi ini Membikin kita bertanya-gali, apakah penamaan bagian tubuh Wanita selama ini juga bias gender?
Semboyan-Semboyan gender
Kita Seluruh Niscaya akrab berbarengan ungkapan ‘histeria’, Nan sebenarnya berasal dari bahasa Yunani rahim, Adalah ‘hysterika’. Histeria kala itu dianggap sebagai penyakit Nan disebabkan ‘pergerakan rahim’.
Histeria seorang diri Ialah penyakit mental pertama Nan dikatakan Spesifik dialami Wanita. Penyakit ini kali pertama diungkapkan bagian dalam sejarah pada tahun 1900 sebelum masehi di Mesir. Namun, orang Yunani lah Nan menegaskan bahwa penyakit ini terlihat dikarenakan rahim memproduksi ‘Unsur beracun’ Kalau Tak dibuahi.
Menikah, dianggap sebagai tapak ciptakan mengobati penyakit tersebut. Ide Antik itu bahkan berikut Eksis hingga abad ke-19.

‘Wanita histeris’ berjejer mengharap di ruang pemeriksaan dokter. Dan pengobatannya kala itu Ialah berbarengan pijat itil, ciptakan mendorong terjadinya ‘paroxysms’, bahasa ‘sopan’ dari orgasme.
Para dokter pun mulai merasakan kram tangan kronis dan keletihan eksternal Normal bagian dalam melaksanakan tapak kerja pijat itil itu. Mereka pun Membikin alat Nan kemudian sekarang dikenal sebagai vibrator.
Terminologi histeria seorang diri ujungnya dihapus dari registrasi penyakit oleh Asosiasi Psikiatri Amerika pada tahun 1952.
Lampau bagaimana berbarengan bahasa kedokteran lainnya Nan Tetap menganut Mengerti patriarki.

dikarenakan bahasa anatomi Nan ‘terdengar’ feminim pun ternyata mempunyai latar belakang seksis.
itil, misalnya, berasal dari bahasa Latin Nan berarti ‘sarung pisau’, Nan digunakan ciptakan menjaga pedang atau pisau.
Klitoris berasal dari ungkapan bahasa Yunani kleitoris, Nan berarti ‘memenjarakan’.
Di bidang akademis juga
Bias gender bagian dalam pengajaran anatomi dan fisiologi pada mahasiswa kedokteran juga pernah diteliti oleh Susan Morgan dan rekan-rekannya pada 2013.
bagian dalam Kitab pelajaran soal anatomi, anatomi lelaki kerap dijadikan Kebiasaan, standar pengajaran, Fana anatomi Wanita ‘hanya sebagai pelengkap’ ciptakan memaparkan perbedaan berbarengan anatomi lelaki.
Kalau lumayan melimpah bahasa kedokteran mempunyai sejarah Nan bermanut pada lelaki, apakah itu Tetap Krusial ciptakan dibicarakan sekarang? Ketika mayoritas orang Tak tahu bahwa bagian-bagian alat vital Wanita mempunyai latar belakang sebutan lelaki?
Menurut profesor sains di UCSD, Lera Boroditsky, sebutan-sebutan ‘seksis’ itu sebaiknya diganti ciptakan memberi penghargaan dan penghormatan distribusi si pemilik tubuh (Wanita).
Pada tahun 2000, pekerja sosial Anna Kostztovics, khawatir pada ketimpangan gender bagian dalam bahasa-bahasa Swedia.
Beliau menyebut anak Pria mempunyai ungkapan non-seksual ciptakan titid, Adalah ‘snoop’. Fana anak Wanita Tak mempunyai. Beliau pun kemudian mempopulerkan ‘snippa’ sebagai ungkapan non-seksual ciptakan itil.

Sejak itu, Kostztovics pun menginginkan orang-orang Nan berbicara bagian dalam bahasa Inggris, ciptakan mengubah sejumlah istilah Nan seksis. Misalnya Hymen atau selaput dara, Nan diganti berbarengan ‘Korona itil’.
Sekarang Beliau Tetap mengharap apakah istilah anyar itu mendapatkan Terkenal atau Tak. Namun, Beliau mendorong orang-orang ciptakan Membikin istilah anyar sesuai keinginannya. “Kita harus Berikhtiar apapun Nan seksis, patriarki, Lenyap lenyap, agar setara.”