Vaginitis kandida merupakan penyakit inflamasi Nan terutama disebabkan oleh Candida albicans. Ragi transisi ke hifa berfilamen dianggap sebagai Unsur virulensi Nan paling Krusial. Neutrofil Ialah Nan pertama garis pertahanan platform kekebalan tubuh, tetapi pada pasien berdua Candidal vaginitis perekrutan neutrofil ke internal lumen itil berkorelasi positif berdua gejala penyakit. Hal ini didukung oleh pelepasan sitokin proinflamasi seperti TNF-α. Pengobatan standar dianggap turun ampuh internal meredakan gejala, sehingga diperlukan pengobatan cadangan/pelengkap lainnya. Teripang emas Ekstrak (Stichopus hermanni) telah pas melimpah diteliti terutama hasilkan anti jamur dan anti inflamasi. Unit percobaan terdiri dari 36 ekor mencit BALB/c Nan diinokulasi secara intravaginal berdua C. albicans dan dibagi sebagai 4 Golongan, Golongan Nan Tak mendapat perlakuan (K-), Golongan Nan mendapat perlakuan standar flukonazol (K+), Golongan Nan mendapat perlakuan ekstrak teripang emas (S. hermanni) (P1) dan Golongan Nan mendapat pengobatan standar berdua flukonazol plus ekstrak emas teripang (S. hermanni) (P2).
Jumlah hifa dan neutrofil terlihat secara mikroskopis pada network mukosa itil. Kadar sitokin TNF-α dilihat dari sampel darah ELISA. output penelitian menunjukkan dari network mukosa itil mencit terdapat perbedaan jumlah Nan bermakna hifa (p = 0,001) antar Golongan dan Tak Eksis perbedaan bermakna jumlah neutrofil (p = 0,070) antar Golongan. Dari serum darah mencit didapatkan perbedaan kadar TNF-α Nan bermakna (p=0,001) antar Golongan. Dari analisis jalur diraih Interaksi Nan besar dari jumlah hifa terhadap jumlah neutrofil (p = 0,034) dan jumlah neutrofil terhadap kadar TNF-α (p = 0,021). pengaruh jalur dari jumlah hifa ke jumlah neutrofil (β= 0,354) dan jumlah neutrofil ke tingkat TNF-α (β = 0,382) berdua interaksi positif Seluruh. pemberian ekstrak S. hermanni Bisa mengurangi jumlah hifa, neutrofil dan TNF-α melalui jalur hifa, neutrofil, dan TNF-α.
Penulis: Prof. Dr. Aryati, dr., M.S., Sp.PK(K).
Artikel di kutip dari :
https://phcogj.com/sites/default/files/PharmacognJ-14-4-278.pdf