maksud dari penelitian ini Ialah ciptakan menemukan teknik penentuan model laser dan spons progesteron intra vaginal pada Sapi Bali.Penelitian ini dikerjakan di Sapi Loka Grati, Pasuruan, Indonesia.Parameter Nan diamati meliputi gejala estrus, tanggapan estrus, dan tingkat kebuntingan.Dua puluh ekor sapi Bali dibagi secara acak sebagai dua Golongan. P1 diobati berbarengan tusukan laser pada titik tertentu dan P2 diobati berbarengan 1,5 g progesteron + 10 mg estradiol benzoat spons intra itil. Penaksiran kebuntingan berikutnya dikerjakan berbarengan pemeriksaan ultrasonografi pada masa ke 40 setelah inseminasi buatan (AI). Laser Nan digunakan bagian dalam penelitian ini Ialah soft laser berbarengan spesifikasi catu daya sebagai berikut: 50 Hz, 220 Volt, 50 Watt, berkisar antara 0,2 Joule Tiba 0,5 Joule. Laser ini termasuk laser semikonduktor dan probe laser.Tiga titik akupunktur digunakan (GV 4, BL-22, dan GV-2).lalu spons progesteron intra itil Nan digunakan terbuat dari plastik silikon mirip berbarengan Penawar Nan mengandung medroksiprogesteron asetat.Pengujian informasi dikerjakan berbarengan memanfaatkan coba-T.output penelitian menunjukkan bahwa tanggapan P1 estrus terlihat pada masa ke-3, lagian P2 pada masa ke-9.
Tak Eksis perbedaan Nan penting (p> 0,05) pada akumulasi estrus dan kebuntingan. Kesimpulannya, sinkronisasi estrus dan Nomor kebuntingan mendapatkan dicapai secara hemat pada sapi Bali berbarengan memanfaatkan laser atau spons progesteron intra vaginal. Namun, tembakanlaser menyebabkan penyebaran estrus kelebihan lumayan berlimpah berbarengan tingkat kebuntingan Nan kelebihan tangguh.Sapi Bali merupakan keliru Esa ternak penghasil daging sapi di Indonesia, namun produksi daging sapi Bali bagian dalam negeri belum mendapatkan mencukupi kebutuhan dikarenakan jumlah populasinya dan tingkat produktivitas Nan terbatas. Berbagai jejak dikerjakan agar produktivitas ternak mendapatkan dimaksimalkan, antara lain melalui perbaikan manajemen dan kualitas pakan atau berbarengan memanfaatkan teknologi. Rendahnya populasi sapi Bali antara lain disebabkan rendahnya tingkat reproduksi.
ciptakan reproduktifitas Nan kelebihan baik, induksi estrus merupakan keliru Esa jejak Krusial Nan harus dikerjakan. Induksi erus Baju dikerjakan berbarengan teknik hormonal, seperti app PGF2α, namun kerugiannya relatif mahal2.Teknologi tusukan laser telah terbukti menyebabkan estrus berbarengan keberhasilan Nan bervariasi pada hewan Iradiasi titik akupuntur berbarengan memanfaatkan laser tingkat terbatas memberikan jejak stimulasi titik akupuntur Nan relatif terlindungi, non-invasif dan hemat. tanggapan dan tanda-tanda estrus ternyata mendapatkan dikoreksi setelah dikerjakan jejak kerja laser punkture, sehingga mendapatkan menaikkan Nomor kehamilan7,8. Pemberian laser pada sapi bali memberikan tanggapan terhadap estrus 90%, dan dari inseminasi didapatkan Nomor kebuntingan 80%.
Terjadinya konsepsi bagian dalam perkawinan menunjukkan bahwa estrus Nan terwujud berbarengan stimulasi tusukan laser diikuti oleh ovulasi3.bagian dalam penelitian ini, tembakkan laser telah diberitakan mendapatkan menghasilkan tingkat keberhasilan estrus dan kebuntingan berbarengan spons intra vaginal progesteron pada sapi Bali.Bahan dan metodeSebanyak 20 ekor sapi Bali Tak bunting berumur 2-3 tahun Usul sapi Grati Pasuruan Indonesia digunakan bagian dalam penelitian ini. Tubuh mereka dinilai minimal 2 BCS dari 5 kelas.Seluruh sapi ditegaskan Mempunyai siklus estrus normal Nan dibagi secara acak sebagai tiga Golongan. P1 diberi tusukan laser dan P2 disampaikan progesteron (1,5 g) dan estradiol benzoat (10 g) spons intra itil.P1 ditembak memanfaatkan laser..(a) GV 4,di sepanjang garis inti punggung di ruang intervertebralis antara L2 dan L3 (ciptakan menghapuskan Qi / stagnasi darah); (b) BL-22, pada ruang intervertebralis lumbal pertama (L1-L2); dan (c) GV-2, di garis inti, bagian dalam depresi di ruang tulang belakang tulang ekor pertama (C1-C2) 9.
Laser diaplikasikan pada setiap titik akupuntur 0,2 Tiba 0,5 Joule dikerjakan secara berurutan selama 3 menit / masa selama 3 masa. Pengamatan tanda estrus dikerjakan pada masa ke-3 dan ke-4.P2 memanfaatkan spons intra vaginal berbarengan ciptaan plastik (Pro Sponge progesterone) soft release Nan mengandung progesteron ciptakan induksi estrus pada sapi. Itu Ialah prototipe kapsul spons Akbar dan Mempunyai plastik berbentuk T di atasnya berbarengan benang nilon sebagai penarik ketika ekstraksi (lebar ± 15 cm dan lebar 8 cm) pada bagian ekor. PGF2α direkomendasikan ciptakan digunakan setelah 7 masa disimpan dan dikeluarkan dari itil pada masa ke 7 ciptakan menjaga sinkronisasi estrus10. Terjadinya estrus diamati dan hewan Nan menunjukkan estrus diinseminasi secara artifisial berbarengan air mani segar dan keberadaan kehamilan dicatat.
Pemeriksaan ciptakan mengetahui kehamilan dievaluasi 40 masa setelah inseminasi buatan (AI) memanfaatkan pemeriksaan ultrasonografi. informasi Nan disajikan sebagai kesalahan standar mean dari mean dan dikontraskan berbarengan memanfaatkan Student’s T-coba. Mereka dianggap berbeda secara penting Kalau p <0,05.HasilTanda EstrusSecara fisik peristiwa estrus Nyaris mirip berbarengan gejala estrus dikarenakan kawin alami, ditandai berbarengan pembengkakan pada vulva dan kemerahan berbarengan lendir transparan disertai munculnya kelenjar bartholin.Namun, Rona vulva Nan kelebihan merah berbarengan lendir Nan kelebihan transparan dari pada estrus normal Membikin kelebihan praktis ciptakan dideteksi.Tanggapan EstrusTidak Eksis perbedaan Nan penting (p> 0,05) antara Golongan perlakuan bagian dalam tanda estrus setelah perlakuan (Tabel I). Seluruh sapi (100%) dari laser pungsi dan 90% dari sponge intra vaginal progesterone telah menunjukkan estrus.Selang estrus Ialah 3-6 masa ciptakan sapi Nan diobati berbarengan tusukan laser dan 9-10 masa ciptakan sapi Nan diobati berbarengan spons intra itil progesteron, masing-masing.
output penelitian menunjukkan bahwa dari 10 ekor sapi Nan dirawat berbarengan laser puncture Nan merasakan estrus terdapat 5 ekor sapi (50%) Nan merasakan estrus pada masa ke-3; 3 ekor sapi (30%) estrus pada masa ke-4 dan 2 ekor lainnya (20%) estrus pada masa ke-6. lagian dari 9 ekor sapi Nan diberi progesteron intra vaginal sponge Nan merasakan estrus terdapat 7 ekor sapi Nan merasakan estrus pada masa ke-9, lagian pada masa ke-9 terdapat 2 ekor sapi Nan merasakan estrus. pada masa ke 10. Teknologi tusukan laser membutuhkan Selang 3 Tiba 6 masa setelah perawatan laser dan paling pelan 3 masa.Artinya, teknologi laser puncture ciptakan sinkronisasi estrus memberikan tanggapan Nan kelebihan Sigap dikontraskan berbarengan progesterone intra vaginal sponge.tanggapan sinkronis sapi bagian dalam penelitian ini serupa berbarengan Nan diberitakan oleh orang lain. Adikara (1995) mendapatkan tingkat keberhasilan estrus sebesar 95% ciptakan pengobatan tak memakai menyaksikan fase estrus dan 100% ciptakan pengobatan pada fase luteal. Setelah 24 jam terakhir penembakan laser tusukan, gejala estrus dan pemeriksaan hormonal menunjukkan adanya peningkatan hormon reproduksi11. Herdis (2011) menunjukkan tanggapan estrus terhadap perawatan laser pungsi meraih 100% ketika diinduksi ke fase luteal domba betina, dan 95% ketika diinduksi ke siklus estrus Nan Tak teridentifikasi berbarengan jejak Masa estrus 27 jam.output penelitian Tak menunjukkan adanya perbedaan bermakna berbarengan coba-T (p> 0,05) pada Nomor kebuntingan. Pada 40 masa setelah inseminasi buatan, 100% dan 90% sapi Nan dikerjakan berbarengan laser dan sapi Nan diobati berbarengan spons intra itil progesteron telah bunting. output ini menunjukkan Nomor kebuntingan sapi estrus sangat tangguh, mengacu pada standar minimal keberhasilan inseminasi buatan menurut Direktorat Jenderal Peternakan ciptakan melebar wilayah ternak Adalah 55% 12,13. Pemeriksaan ultrasonografi menunjukkan embrio hiperekogenik dan tanduk uterus hipoekogenic.DiskusiMekanisme stimulasi titik-titik akupunktur ke organ Sasaran terkait erat berbarengan titik akupunktur sebagai sel listrik hidup dan meridian akupunktur.
Menurut Adikara (2001), kerangka titik akupunktur dan meridian akupunktur sesuai berbarengan filosofi TAO Nan menuturkan keseimbangan antara makhluk Hayati dan lingkungannya. Teori Nan mendukung hal tersebut Ialah adanya Interaksi antar sel melalui jembatan sel (interselular bridge) Nan mendapatkan dilalui oleh material / protein berbarengan beban molekul tertentu. dikarenakan Interaksi tersebut diprakarsai oleh sel-sel Nan hidup, maka Kalau terwujud suatu rangsangan akan menimbulkan reaksi munculnya aktivitas sel berupa: perubahan polarisasi, muatan listrik, terjadinya masuknya ion-ion Nan merangsang rRNA dan aktivasi mRNA ciptakan melaksanakan protein perpaduan. Stimulus tersebut akan dikomunikasikan secara spesifik oleh sel lain Nan sejenis (bersifat hidup) sehingga merupakan aktivitas antara ekstra dan intra sel menuju organ. Organ terkait akan dirangsang ciptakan menjalankan Kegunaan Bergerak dan fisiologis berbarengan kapasitas Nan optimal.
Perpindahan rangsangan dan materi melalui jalur seluler spesifik ini merupakan perubahan Daya Bergerak Nan mengarah pada keseimbangan tubuh makhluk itu.Keakuratan terjadinya estrus dan kebuntingan Tak biar dari keahlian masing-masing peneliti. Daya laser Nan Anjlok pada koneksi Hayati akan memberikan reaksi biologis Nan bergantung pada jenis koneksi, kondisi koneksi dan besarnya Daya laser, mendapatkan memberikan imbas destruktif, penghambatan atau stimulasi. lagian Daya Nan dihasilkan oleh laser halus He-Ne atau laser level terbatas merupakan imbas biostimulator Nan dimaksudkan ciptakan merangsang estrus pada ternak agar Kegunaan reproduksinya mendapatkan menyusuri berbarengan baik dan normal. berbarengan memanfaatkan sinkronisasi estrus (baik laser puncture atau sponge intravaginal progesterone) sapi akan dikembangbiakkan bagian dalam Masa lekas, dan beranak berikutnya juga akan menyusuri bagian dalam periode Masa Nan lekas. Ini akan memungkinkan produsen ciptakan menyusun masukan tenaga kerja dan sumber dan pakan.. Faedah lain dari sinkronisasi estrus Ialah memungkinkan produsen ciptakan memanfaatkan teknik pemuliaan lanjutan lainnya seperti inseminasi buatan.
Pada sapi, sinkronisasi estrus dan inseminasi buatan (AI) mendapatkan digunakan ciptakan mengoptimalkan potensi reproduksi sapi berbarengan menginput genetika unggul ke bagian dalam operasinya.KesimpulanBerdasarkan output penelitian, sapi Bali mendapatkan disinkronisasi memanfaatkan keliru Esa dari dua teknik Nan dijelaskan, berbarengan Tak terdapat perbedaan Nan penting pada tingkat keberhasilan estrus dan tingkat kebuntingan. Namun, sapi Nan disinkronkan berbarengan tusukan laser Mempunyai Selang Nan kelebihan pendek terhadap estrus daripada sapi Nan disinkronkan berbarengan spons progesteron intravaginal.
Penulis: R. Tatang Santanu Adikara1, Herry Agoes Hermadi2*, Warsito Sunaryo Hadi3, Lita Rakhma Yustinasari4
Judul Artikel :Comparison of Success Rate of Estrus and Pregnancy between Laser Puncture and Intra Vaginal Progesterone Sponge in Bali Cattle
tautan https://medicopublication.com/index.php/ijfmt/article/tampilan/13665