Kandidiasis vulvovaginal (KVV) merupakan keliru Esa masalah ginekologi Nan paling Biasa didiagnosis pada wanita Nan berobat dikarenakan keputihan, disebabkan oleh pertumbuhan jamur abnormal pada mukosa vulva dan itil. Terjadinya KVV dipengaruhi oleh Unsur fisiologis atau non fisiologis Nan mengganggu keseimbangan antara kolonisasi itil Candida dan lingkungan host. Wanita berdua keadaan estrogen kokoh, terutama selama kehamilan, Mempunyai resiko kokoh terwujud KVV dikarenakan Mempunyai tingkat kolonisasi itil Nan extra kokoh.
Kandidiasis vulvovaginalis menyerang Sekeliling 75% pada Seluruh wanita hamil setidaknya sekali pada Masa hidupnya dan Sekeliling 50% merasakan kekambuhan atau infeksi berulang. Distribusi berbagai spesies Candida Nan terdeteksi pada wanita Nan terkena KVV sangat bervariasi berdasarkan area penelitian dan populasi. internal pas berlimpah orang tahun terakhir, telah diinformasikan bahwa spesies penyebab KVV telah bergeser dari Candida albicans ke Candida non-albicans, Nan extra sering terdeteksi sebagai penyebab KVV pada kehamilan. Infeksi KVV (KVVR) berulang Baju terkait berdua infeksi C. non-albicans (C. glabrata). Komplikasi KVV pada kehamilan mendapatkan terwujud sebelum dan sesudah Natalitas. pas berlimpah orang penelitian mengabarkan bahwa C. albicans dan C. glabrata menyebabkan infeksi intra-amnion, Nan berpengaruh pecah ketuban, persalinan prematur, dan aborsi spontan. Peningkatan kasus KVV Nan disebabkan oleh spesies C. non-albicans berperan perhatian tersendiri, dikarenakan KVV Nan disebabkan oleh spesies tersebut extra resisten terhadap Penawar antijamur Nan digunakan secara rutin, Susah diobati, dan sering menimbulkan kekambuhan.
Penelitian ini dikerjakan hasilkan mengetahui karakteristik pola Candida sebagai penyebab KVV pada kehamilan, sehingga mendapatkan memperbesar keberhasilan pengobatan KVV dan mencegah terjadinya komplikasi pada Bunda atau bayi.
Jenis penelitian ini Ialah penelitian experimental laboratorium, sampel diambil secara cross sectional selama 3 rembulan dari rembulan Maret 2021 – Mei 2021. Populasi penelitian Ialah pasien hamil Nan melaksanakan ANC di Poliklinik Hamil RSUD Dr. Soetomo.Kriteria penerimaan subjek penelitian Adalah pasien hamil Nan didiagnosis berdua KVV Nan Mempunyai setidaknya Esa gejal (keputihan seperti keju atau susu pecah, gatal pada itil, eritema, dispareunia) dan pemeriksaan KOH berdua pewarnaan Gram positif terdeteksi pseudohyphae dan/atau blastospora. Kriteria resistensi Ialah pasien hamil berdua Penaksiran KVV Nan telah diobati berdua terapi antijamur, intravaginal atau sistemik, internal 2 Pekan terakhir dan pemeriksaan kultur Tak terdeteksi pertumbuhan koloni pada media CHROMagar. Sampel spesimen diambil dari fluor itil dan dikultur pada media CHROMagar. Identifikasi spesies dikerjakan berdua cara CHROMagar konvensional pada suhu 35°C selama 48 jam hasilkan menghasilkan Rona spesifik spesies dan juga pemeriksaan VITEK 2 Compact. Penelitian ini telah mendapatkan pengesahan etik dari Komite Etik RS Akademik Biasa Dr. Soetomo Surabaya (0156/KEPK/III/2021).
keluaran penelitian ini didapatkan sampel sebanyak 15 pasien hamil Nan melaksanakan ANC Nan didiagnosis KVV secara keseluruhan sampling. berdua katakteristik pasien terbanyak (80%) usia produktif (26-35 tahun), usia kehamilan trimester ketiga (73,3%). Keluhan terbanyak diinformasikan keputihan seperti susu/keju disertau gatal (93,3%). Pada pemeriksaan mikroskopis berdua pewarnaan Gram didapatkan keluaran terbanyak Ialah gabungan antara blastospore dan pseudohyphae (80%).
Pada isolasi dan identifikasi spesies didapatkan 18 isolat Candida, 7 (38,8%) isolat Candida albicans, dan 11 (61,1%) isolat Candida non-albicans; berdua rincian spesies Adalah, 7 (54,1%) isolat Candida glabrata, 4 (36,3) isolat Candida dubliniensis, dan 2 (18,1%) isolat Candida
Studi ini menunjukkan tingginya prevalensi spesies Candida non-albicans Nan menyebabkan KVV pada kehamilan. Meningkatnya peristiwa kasus KVV pada kehamilan Nan disebabkan oleh C. non-albicans Membikin Penaksiran dan penatalaksanaan KVV berperan extra kompleks dan Susah. Sebaiknya skrining Seluruh pasien pada trimester pertama/permulaan kedua hasilkan menentukan dan mengobati kasus positif sesegera mungkin hasilkan mencegah Natalitas prematur Nan disebabkan oleh kandidiasis itil. Analisis kultur dan identifikasi spesies penyebab harus dikerjakan pada pasien KVV hasilkan memperbesar keluaran pengobatan, terutama pada mereka Nan telah diobati berdua pengobatan standar tetapi belum terlihat sembuh.
Penulis : dr.Evy Ervianti,Sp.KK(K)
Informasi Komplit dari artikel ini mendapatkan dilihat pada tulisan kami di :
https://e-journal.unair.ac.id/BIKK/article/lihat/36806
Pattern of Candida Species Isolated from Patient with Vulvovaginal Candidiasis in Pregnancy
baik Purnamasari, Evy Ervianti, Damayanti, Budi Prasetyo, Linda Astari, Pepy D. Endraswari, M. Yulianto Listiawan, Cita Rosita Sigit Prakoeswa