Dijelaskan oleh dr. Dyah Novita Anggraini, bedak mengandung pas berlimpah orang bahan kimia Nan mungkin meraih menyebabkan iritasi pada organ kewanitaan. pas berlimpah orang bahan kimia tersebut, misalnya triclosan, parfum, sodium sulfat, dan parabens.
“Menabur bedak pada itil meraih mengubah pH normal (keasaman). Hal ini meraih memperbesar ancaman iritasi, infeksi, bahkan alergi,” tutur dr. Dyah Novita.
Keluhan Nan umumnya terwujud dikarenakan kondisi-kondisi tersebut, seperti gatal, perih, kemerahan, bengkak, dan terlihat ruam.
Artikel Lainnya: bukti Seputar itil Nan Perlu Wanita Ketahui
2. Kanker Ovarium
Penelitian pada tahun 1971 pernah menemukan partikel bedak pada tumor ovarium. Temuan ini diperkuat oleh output studi pada tahun 1982 Nan menyaksikan adanya kemungkinan Interaksi antara kanker ovarium dan penggunaan bedak pada alat kelamin.
Terbaru, pada tahun 2016, terdapat penelitian internal US National Library of Medicine Nan menemukan bahwa penggunaan bedak ciptakan alat kelamin seperti miss v meraih memperbesar ancaman kanker ovarium sebesar 33 persen.
Kondisi tersebut ternyata akurat-akurat pernah terwujud setahun setelahnya. Pada tahun 2017, perusahaan bedak bayi dituntut ciptakan membayar menukar rugi kepada seorang wanita berusia 63 tahun.
Hal ini dikarenakan wanita tersebut merasakan kanker ovarium dikarenakan memakai bedak bayi dari perusahaan tersebut.
Namun, peristiwa itu tak meraih dijadikan patokan ciptakan Seluruh orang. dikarenakan, para peneliti Tetap belum sepakat bahwa penggunaan bedak pada miss v meraih memperbesar ancaman kanker ovarium.
Lagi pula, kanker ovarium itu seorang diri Mempunyai pas berlimpah Unsur ancaman, seperti usia Uzur, terapi hormon jangka lebar, dan kondisi genetik.
Artikel Lainnya: Alasan Kenapa Wanita Harus Rutin Check Up ke Dokter Kandungan